Ini sebenernya cerita my big handsome brother (ciehhh..) yang kemaren barengan sembahyanga ke Pura Andakasa di perbatasan antara klungkung dan Karangasem, Bali.
Nah, jadi ceritanya kemaren itu pas dya dateng dari Surabaya, lagi liburan sehabis jaga di lab anastesi. Trus kita (aku, mommy dan dya) merencanakan buat sembahyang ke Pura Andakasa dan Pura Goa Lawah. Di Pura Andakasa itu, kita harus menaiki tangga-tangga yang cukup banyak untuk sampai ke puncaknya (qta parkirnya di daerah klungkung). Itu benar-benar perjalanan yang melelahkan, jantungku bener2 berdegup kenceng banget (perasaan aku treadmill an tiap hari koq masih ngos-ngosan ya… it doesn’t work well..
Setelah berhasil sampai di puncak dan sembahyang, kita kembali harus menuruni tangga-tangga yang agak gelap, karena sudah sekitar pukul 9 malam. Di parkiran bawah, tiba-tiba kita tidak menemukan mobil yang tadinya kita bawa. Tanya ke pecalang, ternyata kita semua salah turun tangga saudara-saudara, karena ternyata disana ada 2 tangga untuk jalan keluarnya…dan menurut pecalangnya, kita harus kembali naik lagi ke puncak dan turun dengan menggunakan tangga yang lain… really?! Panic!! Help!! 911 please!! Finally, Cuma bli bruno tercinta (big brother) dan supir tentunya yang balik naik dan ngambil mobil buat jemput aku dan mamaku di tempat kita tersesat tadi. Dan fyi, tempat aku salah turun itu ternyata sudah di karangasem. Poor him, kind a sweet thing.. ampe atas, kecapean absolutely, dya makan his fav food dulu, babi guling.
Naaa,… disini ngobrol2 dengan penjual babi guling, ternyata dagang itu, sebut aja Mr. Nice. Here goes.. Jadi, pagi harinya juga ada pembeli babi guling yang berasal dari klungkung, dan ketika hendak turun dya menuju parkiran tempat kita tersesat, tepatnya menuju ke daerah karangasem. Dan spontan saja penjual babi guling itu mengingatkan bahwa mereka salah jalan, dan menunjukkan arah yang sebenarnya mereka harus lalui.
Bli bruno dan sopirku tertawa. Katanya pesan moral yang harus kita ambil dari sini : setiap ke Pura Andakasa wajib hukumnya untuk beli babi guling di tempat itu, it does help alot, sehingga tidak tersesat nantinya, seperti yang kita alami. Nice message…
1 bungkus babi guling benar-benar bernilai 1 bukit.
Ini dah babi guling terenak abad ini
Setelah makan puas babi guling yang kulitnya seperti karet (”ampun semengan niki ajengan tiang” kata pedagangnya).. , dya turun bukit dan menjemput kita tepat jam 10 malem,.. baru deh melanjutkan perjalanan lagi ke goa lawah.









