Pada bulan Mei 2008, saya terpilih menjadi Youth Representative dengan system pemilihan yang cukup unik. Jadi, mungkin saya ceritakan sedikit mengenai mekanisme pemilihan youth representative untuk tahun ini. Jadi masing-masing youth centre di daerah mengirimkan nama kandidat yang telah dipercayakan sebagai wakil untuk mengikuti pemilihan ini. Dan saya, dari KISARA-PKBI Bali mewakili Bali mengikuti pemilihan ini. Kemudian masing-masing kandidat tersebut di interview via-telfon dengan bahasa Inggris. Hasil interview tersebut direkam, kemudian dikirim kembali ke daerah masing-masing untuk dilakukan penilaian. Dan terpilihlah saya sebagai Youth representative dan Andy (Yogya) sebagai Youth Alternate.
Setelah terpilih menjadi Youth Representative Indonesia, saya ditugaskan untuk mengikuti diskusi bersama remaja-remaja Asia Pasific di Malaysia yang sekaligus akan diadakan pemilihan Youth Representative mewakili ESEAO (East, South East Asia dan Oceania).
21 Juli 2008
Awal pertemuan dengan staf dan pengurus PKBI Pusat, sekaligus pembekalan mengenai keorganisasian PKBI dan kebijakan mengenai partisipasi remaja dan Renstra ‘5As’ (Adolescent, Access, AIDS, Aborsi, Advocacy). Fyi, di Indonesia kita memiliki 28 youth centre di 26 propinsi. Disini mas Ichan, dari Panah Remaja menyampaikan bahwa strategi bisnis bisa juga diterapkan dalam pemberian informasi dan edukasi pada remaja, yaitu melalui 4O’s (On Air, Off Air, On Internet dan On Line). Ide yang sangat inspiratif yang sebenarnya juga sudah mulai dilaksanakan oleh youth centre di Indonesia, juga di Bali.
Setelah itu juga ada diskusi dengan remaja-remaja di CMM (Youth Centre di DKI Jakarta). Aktivitas di CMM sendiri tidak jauh berbeda dengan di KISARA. CMM memberikan training motivasi, melakukan mobile information dengan mendatangi komunitas-komunitas remaja, memberikan sosialisasi pada anak SD kelas 4-6, pada sosialisasinya mereka memberikan teka-teki silang kespro, dan sudah memiliki klinik remaja. Awal bertemu teman-teman CMM sangat mengesankan karena mereka bersapa ria dengan tamu ataupun dengan sesama relawan dengan gaya khas MLM (Multi Level Marketing), benar-benar ceria. Banyak komunitas-komunitas remaja yang turut hadir pada diskusi tersebut. Diantaranya adalah komunitas pasar (teman-teman remaja yang menjadi buruh), komunitas waria dan Sahabat Andik (Anak Didik) yaitu komunitas remaja yang peduli dengan remaja LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan). Sahabat Andik tidak hanya membagi pengetahuan mengenai kesehatan, tetapi juga mengajarkan membaca bagi yang tidak bisa membaca, mengajarkan matematika, bahkan mereka memfasilitasi teman-teman remaja membuat film, bernyanyi. Sungguh luar biasa. Pernah ada di LAPAS, remaja perempuan yang tidak diperkenankan menggunakan pembalut pada saat menstruasi. Dan Sahabat Andik berusaha mengupayakan keadilan bagi teman-teman di LAPAS.
23 Juli 2008
Hari ini adalah pertemuan pertama ESEAO Regional Youth Network. Seperti namanya, forum ini dihadiri oleh remaja-remaja dari Asia Timur, Asia Tenggara dan Pasific. Tidak seperti bayangan saya sebelumnya, pertemuan remaja ini benar-benar ’remaja’. Hanya butuh beberapa menit untuk saling mengakrabkan diri, apalagi awal bertemu sudah dimulai dengan games yang diberikan oleh Li Ling (Malaysia yang akhirnya menjadi teman sekamar saya). Kemudian, diskusi dimulai dengan saling berbagi pengalaman tentang perkembangan youth centre di masing-masing daerahnya. Tentang service yang diberikan dari masing-masing youth centre, mengenai partisipasi remaja di masing-masing daerah, dan masalah-masalah atau hambatan yang dialami dari masing-masing youth centre. Kebanyakan permasalahan yang dihadapi teman-teman remaja di masing-masing daerah hampir sama dengan di Indonesia. Masih belum terbukanya orang tua dan pemerintah mendukung program-program remaja. Di malaysia yang masih melarang praktek aborsi bagi remaja. Kurangnya kepedulian remaja itu sendiri terhadap dirinya, seperti yang dialami kambodia, sehingga talkshow, diskusi atau apapun itu berupa pemberian informasi yang berbau remaja kurang diminati oleh remaja itu sendiri. Namun di Fiji, dengan tingginya kasus HIV/AIDS, distribusi kondom tidak banyak mengalami kendala. Demikian juga halnya dengan di Jepang, dimana aborsi, pendistribusian kondom tidak lagi menjadi masalah bagi mereka. Di hari pertama ini, pada jadwal yang tertulis akan dilaksanakan diskusi mengenai pengalaman remaja di masing-masing daerah, rencana awal 3 tahun ke depan untuk ESEAO Regional Youth Network, dan di akhir hari pertama akan diadakan pemilihan untuk member inti ESEAO Regional periode 2008-2011. Namun karena waktu yang sangat singkat, dan adanya jadual-jadual tambahan, sehingga diskusi mengenai rencana selama 3 tahun ke depan, di pending ke hari berikutnya. Jadual-jadual tambahan yang saya maksud di atas adalah, adanya campaign untuk meyakinkan teman-teman bahwa mereka layak terpilih sebagai core groups member di ESEAO Regional ini, untuk pemilihan member inti ESEAO. Member inti yang terpilih adalah 1 orang ESEAO youth representative, 1 orang ESEAO youth alternate dan 5 orang core groups member. Dan saya saat itu bisa terpilih sebagai member inti dengan skor yang sama dengan remaja dari New Zealand, kita berada di urutan ke tiga. Dengan skor yang sama seharusnya dilakukan voting ulang, tapi itu tidak dilakukan karena kami sudah menjadi bagian dari core groups. Yang menjadi youth representative berasal dari Malaysia, Youth alternate dari Cina, kemudian 5 core groups nya adalah Indonesia (saya sendiri), New Zealand, Hong Kong, Filipina dan Vanuatu.
24 Juli 2008
Youth forum hari ini adalah akan membahas mengenai rencana 3 tahun ke depannya. Dan hasil diskusi yang didapat dari Asia Tenggara saya lampirkan di bawah tulisan saya ini. Strategi, aktivitas, responsible parties dan monitoring indicators kami sertakan pada diskusi tersebut. Dan mudah-mudahan setiap daerah di Indonesia sudah mulai melaksanakan sebagian besar program-program yang dicantumkan, dan jika memang sudah, bisa lebih diaktifkan lagi. Di akhir acara, Tan Kung (Youth Representative ESEAO sebelumnya yang berasal dari Cina) memberikan permainan mengenai cara mengadvocacy. Permainan yang menarik, karena tiap orang bersandiwara menjadi seorang direktur, youth leader, commissioner of public health, religious leader dan parents bernegosiasi mengenai pembentukan sebuah youth centre.
25 Juli 2008
Hari ini adalah pertemuan antara remaja dengan Executive Directornya. Dan disini youth representative dan youth alternate ESEAO memaparkan rencana selama 3 tahun ke depan. Tapi karena yang diharapkan adalah pemaparan, sementara youth representative dan alternate ESEAO mengemasnya dalam bentuk diskusi, sehingga rencana selama 3 tahun akan dipaparkan lagi pada esoknya, 26 Juli 2008. Di akhir pemaparan, Li Ping (Youth Alternate dari Cina menyampaikan bahwa jika kita hanya menepukkan kedua jari tangan kita akan sangat jauh berbeda suara yang dihasilkan dibandingkan jika kita menepuk dengan telapak tangan kita). Dan ini sangat sesuai dengan apa yang terjadi. Jika kita saling bahu membahu (tidak hanya teman-teman remaja, tapi juga orang tua, pemerintah), tentunya program-program bagi pencegahan permasalahan remaja dapat terlaksana dengan baik.
Pada malam harinya juga diadakan pertemuan, dimana fungsinya adalah untuk mengakrabkan diri antara remaja-Executive Directors, dan antara negara-negara ESEAO. Jadi disini masing-masing negara menunjukkan kebolehan mereka baik dengan menampilkan tarian atau nyanyian. Saya mewakili Indonesia, bersama Ibu Ine (Direktur PKBI Pusat), Jati(Youth Representative sebelumnya), Pak Rizal (Ketua Pengurus PKBI Pusat) dan Ibu Ami (Bendahara PKBI Pusat) menarikan tarian Bali yaitu Tari Pendet.
26 Juli 2008
Kembali di hari ini youth representative dan alternate akan memaparkan rencana selama 3 tahun ke depan. Di samping itu juga, di pertemuan terakhir ini, diadakan pemilihan untuk Regional Chairperson (yang akhirnya diperoleh Malaysia), Regional Treasurer, 6 Regional Executive Council members, 2 Governor Council Members.
Terima kasih kepada teman-teman yang telah memilih saya menjadi youth representative. Semoga kita bisa bersama-sama menjadi remaja yang bertanggung jawab dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi teman-teman remaja kita.
Strategic Plan: Regional Youth Network 2008-2011
Goal: All adolescents and young people aware of their SRR, empowered to make informed choices and act on SRH
|
Objectives
|
Strategies
|
Activities
|
Responsible Parties
|
Monitoring Indicators
|
|
Commitment and support for ASRH
|
· Increased awareness on SRHR among young people
· Linking and networking with relevant agencies n groups
|
South East Asia
ASRH activities based on 4 O’s in MA level :
· ON-AIR (radio, talkshow)
· OFF-AIR (event)
· ON INTERNET (facebook, blog)
· ONLINE (sms, hotline)
|
|
§ Numbers of Events, participant attended, condoms distribution
§ Active Moderator, regular update
|
|
Increase active participation of young people both in governance and program management at all levels.
|
· Systems and mechanisms for effective and sustainable youth participation
|
South East Asia
· Organizational :
o Advocates amendments to include at least of 20% youth representation in MA constitution.
o Advocates for youth volunteer management guidelines
o Youth Officer position (staff) in MA and regional level
o Standardized youth representatives report to other youth in MA
|
|
Stated in Ma bylaws by at least 2011
Complete drafted handbook by 2011
No VACANT position of Youth Officer in IPPF KLRO
Number of reports amongst youth reps sent to the MA level and the youth
Performance evaluation of youth representatives by MAs and EDs
Evaluation and Assessment Tools for youth programs
Number of youth acknowledge
|
|
· Sensitize volunteers, staff and youth on youth-adult partnership
|
South East Asia
Organizational :
o MA assessment on Youth-adult partnership.
· Public :
o join dialog between stakeholder
o School based advocacy
|
|
Number of adults participation
Number of stakeholder and youth that involved in dialog
Number of school that involved youth in PTA (Parents Teacher Association)
|
|
Increase access to youth friendly sexuality education
|
· Link and networking with relevant agencies and groups
|
Southeast Asia
· Outreach to rural, working, and marginalized group. Ex. Migrant workers, juvenile, fishermen
· Working closely through programs held by government (Ministry of Education, Health, and Youth) and company
|
|
Number of clients/cases reported yearly
Number of activities organized
|
|
|
Link and networking with relevant agencies and groups
|
South East Asia
· referral system for VCT, abortion, etc
· youth to youth services: provided by young professional
|
|
Number of patients and cases
Number of participants
|